Hukumnya Mengucapkan Selamat Natal Kepada Orang Nasrani – Dr. Syafiq Riza Basalamah

Islami – Berbicara tentang hukumnya mengucapkan selamat natal kepada Umat Nasrani, memang seringkali menimbulakan polemik ditengah – tengah masyarakat kita. Apalagi zaman sekarang dengan adanya media sosial dan dunia digital, setiap permaslahan yang muncul kerap menjadi viral, dan cepat sekali menyebar ditengah tengah masyarakat kita.
Saya akan berikan ulasannya mengenai hal ini, bagaimana sebenarnya, kita bersikap kita sebagai muslim jika orang Nasrani merayakan Natalan.

Ini adalah penjelasan dari Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah di Youtube, mengulas masalah ini. dan berikut penjelasannya :

Kalau sedang merayakan hari Raya Lebaran itu, suka ada orang Nasrani datang ke rumah kita ngasih kita hadiah, mengucapan selamat hari raya Idul Fitri. Nah, bagaimana ketika teman kita Nasrani merayakan natalan ya kita ucapkan juga sama dia, kan harus saling membalas, datangkerumahnya, dan sekarang kita menghadapi masalah-masalah subhat yang banyak sekali, kemarin ribut masalah mengucapkan selamat natal, selamat tahun baru.

Sebagian tokoh-tokoh mengatakan, gak masalah kata dia, kita ini toleransi. Mereka ngomong masalah toleransi, gak pantes tuh orang-orang ngomong toleransi. Umat islam ini adalah umat yang paling toleransi, saya gak akan pernah berhenti untuk mengingatkan, bahwa kita ini umat yang paling toleransi. Jadi gak perlu ngajarin umat islam toleransi, seperti ngajarin ikan berenang, ikan diajarin berenang… sett kesini kesana. nggakk.
Allahu Akbar. Sejak diutusnya Rasul Salallahu’alaihiwassalam sampai hari ini, umat Islam adalah umat yang paling toleransi, dimana umat islam mayoritas, pasti minoritas dijaga, dihormati. Gak ada penghabisan etnis didalam islam itu, orang-orang yang selalu slogan mereka toleransi, coba kita tanyakan, kemana orang orang indian di Amerika, kemana mereka. Kemana orang orang aborigin di australia, kamu mau ngomong toleransi, kembalikan mereka, dan dimana islam ada, pasti orang orang minoritas dijaga. Tat kala islam masuk ke Palestina, Palestina itu ada Yahudi
ada Nasrani, dan sampai hari ini masih ada yahudi dan nasrani. Gak ada gereja gereja mereka dihancurin sama Umar bin Khattab Radiallahuanhu. Umar terkenal begitu tegasnya, nggak dibiarin. Takala Amr bin Ash masuk ke Mesir, apa Kristen koptik dihabisi? Dan sampai hari ini ada mereka.

Kalau kau mau ngomong toleransi, sama umat islam, salah kalian, karena dimana umat islam minoritas, sangat dilindungi.
Buka mata dunia, lihat, saudara saudara kita di afrika tengah, disembelihin jamaahnya. Di Palestina, tanahnya dirampas orang orang Islam dibunuh membabi buta, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, laki laki dan perempuan mereka tembaki tanpa ampun.

Nah sekarang masalah lain muncul, bahwa orang Islam yang tidak mengucapkan selamat natal, dituduh intoleran.
Yang jadi pertanyaan saya, apakah apabila ada orang Islam tidak mengucapkan selamat natal, apakah orang Nasrani merasa
tidak nyaman. Saya rasa tidak akan terjadi apa apa, pada Umat Nasrani merayakannya. Umat Islam ini punya aqidah, tolong jangan diganggu lah, kita kalau ada orang yang natalan ya, ya mungkin kalau lebaran itu.
ngasih kita hadiah, ucapan selamat hari raya. Maka kita kasih ucapan ketika natal ya kita ucapkan juga sama mereka.
Kan harus saling membalas, datang kerumahnya. Lalu berikan ucapan Pak, “lakum dinukum waliyadin” pak. iyaa, supaya dia tau itu.
Urusan ini minta maaf, kalau ente mau bangun rumah, mau bantuin bocor ana bantu, tapi urusan ini “lakum dinukum waliyadin”. Agamamu agamamu agamaku
agamaku. Mungkin dia ketika antum ngomong “lakum dinukum waliyadin”… ya terima kasih.

Baca juga : Jangan Sembarang Zikir!, Ini Zikir Rasulullah – Ustadz Adi Hidayat LC MA

Kita ini punya aqidah, kita ini dididik tiap hari sholat. qobliah subuh itu dianjurkan baca apa? “Qulya ayyuhal kafirun”. “la a’budu ma ta’
, sampai terakhirnya “lakum dinukum waliyadin”. kita baca “qulhuwallahu ahad” satu Robb kita tu, satu. Gak mungkin ana meyakini tuhanmu yang 3. Urusan toleransi, kamu butuh bantuan ana, mau supirin, mau mandiin mobilmu aku mandiin, tapi urusan agama, maaf “lakum dinukum waliyadin”. ingat dalam urusan urusan yang mustabihat, yang terkadang orang awam kan bingung. Ini ada ustadz yang ngomong, boleh katanya, ada ustadz ngomong, gak boleh.

Maka hati hati jangan tergesa gesa, liat bagaimana ulama ulama rabbaniyin. Yang mereka memang belajar ilmu, bukan dari orang orang kafir. karena ada sebagian orang islam, jadi ustadz belajarnya di Amerika.
gurunya tidak beriman dengan Al qur’anul karim, ya pantes ni kacau.

Itulah sobat sekalian, cuplikan dari Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah tentang hukum mengucapkan selamat natal kepada orang Nasrani ini, semoga ada manfaatnya bagi kita semua, dan semoga Allah SWT selalu memberikn taufik dan hidayahnya kepada kita, sehingga kita termasuk orang orang yang di Ridloi oleh Allah SWT. Amin Yaa ro
Robbal Alamin.

Baca Juga : Hukumnya Istri Menolak Kemauan Suami

Jangan Sembarang ZIKIR!, Ini Zikir Rasulullah – Ustadz Adi Hidayat LC MA

Apakah kenangan Anda [ZIKR] dari Rasulullah? Sekarang, pertanyaannya adalah? Jika diikat dengan kalimat Zikir [Dzikir]. Apa kalimat zikir yang yang kita lakukan sudah sesuai dengan diajarkan oleh Nabi? Karena, kita tidak bisa menebaknya. Nabi kita telah mengajarkan kepada kita,
Jadi, Allah menurunkan perintah, dan Nabi yang menjelaskannya, mari kita lihat dalam Al-Qur an tentang Zikir.

Terlalu banyak kalimat Zikir. Doa adalah bagian dari Zikir.
Al-Quran: [QS; 20; 4] – Ath-Thaha. اِنَّنِىۡۤ اَنَا اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَا. فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي. Sesungguhnya aku adalah Allah. Tidak ada Tuhan selain Aku. Jadi, layani Aku. Bagaimana cara melayani Allah? Tetapkan Doa untuk mengingat Aku.
Berlanjut dengan. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Albar. [Kalimah Tayyibah]. Ini Zikir. Referensi adalah Al-Qur’an [QS: 4: 103] An-Nissa ‘. فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا. وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ.
Dan ketika Anda telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah. Ingatlah Allah berdiri, duduk, atau [berbaring] di sisi Anda.
Intinya adalah, Jika Anda memiliki waktu terbatas untuk kembali bekerja setelah sholat, maka Anda dapat melakukan Zikir sambil berjalan, jadi kamu bisa melakukan Zikir sambil berjalan. Katakan Alhamdulillah, Astaghfirullah ketika Anda berjalan. Astaghfirullah, Subhanallah, Alhamdulillah. Tahukah Anda tentang topi Imam? Iya. Dia memakai
topi berjudul. Masya Allah. Bagaimana ini ?

Anda saat ini mengambil doa? Jadi, apa yang salah? Rasakan waktu Anda dengan Zikir, ini lebih bermanfaat. Subhanallah, Alhamdulillah, يَامًا وَقُعُودًا jika Anda punya waktu luang, lakukan zikir sambil duduk. Nikmati setiap kali Anda melakukan Zikir kepada Allah.
Isi kata-kata Anda dengan zikir kepada Allah. Astaghfirullah, Astaghfirullah. Bahkan ketika Anda tidak bisa duduk, Anda harus melakukan zikir dengan berbaring miring.
Ya Masya Allah, betapa anggun melakukan Zikir. Sangat menikmati melakukan Zikir di tempat tidur Berbaring. Saya perlu melakukannya juga. Tidak masalah, yang penting adalah menyelesaikan ibadah. [Subhanallah, Walhamdulillah, La Haula wala Quwwata illabillah]. Kalimah Thayyibah adalah Zikir [Zikir]. Membaca Al-Qur an Is Zikr [zikir].
Alqur’an disebut sebagai zikir [zikir]. Cari QS: 15: 9. Tolong diperiksa. إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ. إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ. Sungguh, Kami yang menurunkan Al”quran dan memang. Jadi, ketika Anda membaca Quran, itu berarti Anda melakukan Zikir.

Jangan pernah berpikir bahwa Zikri hanyalah Kalimah Thayyibah. Ketika Anda membaca Quran, itu berarti Anda melakukan Zikir. Anda selalu mengingat Allah ketika Anda membaca Quran, bukan? Ada orang-orang ketika ayat-ayatnya dibacakan kepada mereka, itu meningkatkan mereka dalam iman;. [QS: 8: 2]. إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ. Orang-orang beriman hanyalah mereka yang, ketika Allah disebutkan, hati mereka menjadi takut. وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا. dan ketika ayat-ayatnya dibacakan kepada mereka, itu meningkatkan mereka dalam iman.

Menghafal Alqur’an juga disebut Zikir.
Bahkan ingatannya lebih kuat dari sekadar membaca. Jika Anda membawa Mushhaf Anda, ucapkan dan hafalkan, jadi, Anda akan mendapatkan titik empat kali lipat. Referensi adalah QS: 54; 17, 22, 32, 40]. Disebut empat kali.
Itu menyebutkan empat kali. وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ. Dan Kami tentu saja membuat Al Qur’an mudah untuk diingat, jadi adakah yang akanmengingat? kenangan. Doa adalah bagian dari Zikir. Doa adalah zikir.
[QS: 7: 205]. وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ. Jadi lakukan Zikir, Berdoalah. sebutkan Rabb Anda [Allah].
Tanyakan semuanya kepada Allah. Ketika Anda bertanya maka Anda memanggil namanya, berarti zikir, sebutkan dengan penuh kelembutan, sebutkan nama Allah untuk setiap harapan. Tanyakan saja padanya.
doa dan juga Kalimah Thayyibah dan lainnya.

Wallahualambissawab…

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=vVGRYbp4_9A

Artikel lainnya : Hukumnya Istri Menolak Kemauan Suami

Hukumnya Istri Menolak Kemauan Suami

Islami – Ada yang mengatakan jika isteri yang menolak ajakan suami,
untuk bergaul maka akan dilaknat oleh malaikat, apakah suami juga akan dilaknat?. Jika dia menolak ajakan isteri yang mengajaknya. ya sama, karena itu adalah haknya isteri. هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ. maka wanita itu bajumu wahai kaum pria, dan kamu wahai kaum pria adalah baju mereka, sama. Tentunya ini apabila, wanita yang menolak ini waktu gilirannya, lha,.. bagaimana jika isterinya empat, kemudian gilirannya si A, si B minta, dan seterusnya, maka harus bersabar karena menunggun gilirannya.

Nah sekarang jika, laki-laki atau suami, jika isterinya menolak, maka dilaknat jika waktu isterinya merah (haidh). Tetapi kalau waktunya lampu merah, maka tidak dilaknat. Makanya dibolehkan suami itu menikah lebih daripada satu, karena laki-laki tidak ada lampu merah. Semuanya lampu hijau. Ada seorang akhwat dia sms. isinya. ” Alhamdulillah ustadz saya dapat suami Subhanallah suami saya ini, bagus, lembut dan juga menghargai mertua Alhamdulillah, tetapi saya tidak ridha Ustadz, kalau suami saya ini menikah lagi saya khawatir kecintaannya kepada saya berkurang”.

Bagaimana cara menysikapi hal seperti ini pak Ustadz ?
Menikah itu nikmat atau tidak? dijawab, iya, atas perintah Allah, maka apakah seorang laki-laki yang mampu, duitnya cukup, dia adil dan orangnya yang bagus, jika mau menikah lagi itu dilarang atau tidak oleh Allah. atau diperintahkan? Diam dia. Tidak mau menjawab,” pokoknya begini ustadz. Saya tidak mau-lah, kebaikan suami saya dua puluh empat jam, tidak pernah marah, saya marah dia tetap baik, dan dengan anak-anak dia penyabar sekali. Pokoknya bagaimanapun kecintaannya hanya untuk saya.”

Ya sudah berpikirlah dahulu, nanti kalau belum puas ditanyakan, dia tanya lagi. Bagaimana ? Tetap ustadz suami saya itu mau menikah, duitnya memang sudah cukup dia baik sekali, saya tanya. ukhti, kalau waktu datang bulan berapa hari?
Dia jawab : tujuh hari

Saya : Kalau waktu sedang punya anak. berapa hari liburnya? empat puluh hari, nah kalau suamimu ini ingin makan, kemana dia? padahal Allah mengatakan :. وَ الَّذينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حافِظُونَ َ. إِلاَّ عَلى‏ أَزْواجِهِمْ أَوْ ما مَلَكَتْ أَيْمانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومينَ َ.
maka suami itu boleh melampiaskan syahwatnya hanya kepada isterinya dan budak-budaknya. Padahal di Indonesia tidak ada budak yang dijual, berbeda dengan di Palestina sana mungkin masih ada. Jadi hanya boleh mengumpuli, isterinya dan kemudian kepada budaknya. Bahkan Imam Syafi’ie Rahimahullah berkenaan dengan ayat ini, melarang orang itu untuk onani, lalu solusinya bagaimana ?

Ini pertanyaan yang perlu dijawab, Ukhti kan wanita, lain dengan suami, sedangkan suami tidak punya lampu merah, tidak ada. Bahkan ketika si isteri keadaan menyusui, gairah untuk suami tidak ada, nanti belum lagi hamil muda, si wanita sampai-sampai baunya tidak enak.

Jadi ada masa si wanita dikumpuli oleh suaminya tidak enak, padahal tidak apa-apa, jadi kalau sudah, dia hamil malas, di kasur tidak bangun-bangun, tidur aja kerjanya, suami juga membenci, makanya masa-masa lampu merah ini bagaimana?. Carikan jalan karena laki-laki tidak boleh berbuat jahat (zina).
Boleh melampiaskan hanya kepada dua orang, satu isterinya ke budaknya, dan budak tidak ada. Jawabnya, ya saya pikir dulu ustadz.

Setelah seminggu, dia balik sms lagi ” subhanallah iya ustadz memang, begitu jalannya daripada suami saya yang baik hati ini, yaitu membuat saya menzhalimi dia, saya bolehkan menikah. Subhanallah setelah menikah tambah bagus wanita itu, karena punya teman saingan, mereka bersaing. Jadi kalau marah dengan si isteri suaminya akan pergi, daripada marah-marah dimarahi saya akan pergi ke satunya. Jadi berlomba-lomba untuk menjadi orang yang disenangi oleh suaminya, karena Allah Ta’ala.

Sebagaimana pesan seorang wanita kepada ummu Qais, yang ketika mau menikah dengan Raja Kandah, Ia berpesan,” hai puteriku jangan sampai membua pandangan suaminya kepada dirimu yang tidak mengenakkan, dan jangan sampai dia lapar, dan upayakan kamu tersenyum ketika bertemu dengannya”

Itulah ulasa mengenai hukumnya jika Isteri menolak berhubungan badan dengan suami, menurut Ustadz yang perlu disampaikan
wallahu a’lam bisshowab.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=aobllhFr9Po

Artikel Lainya : Jangan Sembarang Zikir ! Ini Zikir Rosululloh – Ust. Adi Hidayat LC.Ma

Permasalahan Yang Menimpa Adalah Bukti Kasih Sayang Allah Kepadamu

Solusi untuk masalah yang terkadang bisa kita dapatkan di mana saja, bahkan melalui hadits Nabi. Hadis adalah kumpulan kata-kata, perbuatan dan perilaku Nabi Muhammad. Hadis sendiri adalah panduan kedua untuk kehidupan setelah Al-Quran, sehingga ada banyak nilai kehidupan yang bisa menginspirasi.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa kecelakaan, kemiskinan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun keduka-citaan bahkan tertusuk duri sekalipun, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan apa yang menimpanya itu.” (HR. Bukhari)

Allah akan senantiasa menguji hamba-Nya dengan berbagai macam ujian. Namun, di balik ujian itu ada hikmah yang tersimpan di dalamnya. Ketika Allah menguji hamba-Nya dan hamba-Nya itu mau bersabar dan tetap berprasangka baik (syukur) pada Allah. Maka, Allah akan mengangkat derajat hamba tersebut di sisi-Nya. Allah tidak hanya menguji hamba-Nya dengan kesusahan saja, akan tetapi Allah juga menguji hamba-Nya dengan kesenangan. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah menguji manusia dengan kebaikan (kesenangan) dan keburukan (kesengsaraan). Sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Anbiya ayat 35 :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu akan dikembalikan.”
Manusia terkadang cepat berkeluh kesah pada keadaannya. Saat ia mendapat suatu nikmat ia akan merasa kurang terus dan cenderung kikir. Dan saat ia mendapat suatu musibah ia merasa belum sanggup menerimanya dan tidak mau bersabar. Allah telah menjelaskan hal itu pada Surah Al-Ma’arij ayat 19 :
إِنَّ الإنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا . إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا . وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا
“Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila dia mendapat kebaikan (harta) dia menjadi kikir.”
Diantara bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah Allah akan senantiasa menguji hamba-Nya itu dengan berbagai macam ujian. Apabila hamba tersebut mampu bersabar dan tetap berprasangka baik pada Allah, maka Allah akan mengangkat derajat hamba itu di sisi-Nya dengan beberapa derajat. Allah juga akan menghapus kesalahan dan dosa-dosa hamba-Nya yang mau bersabar dalam menghadapi berbagai macam ujian. Beberapa hadits Rasulullah menjelaskan dengan gamblang :
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim yang tertimpa kecelakaan, kemelaratan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun kedukacitaan bahkan duri yang melukainya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dengan lantaran apa yang menimpanya itu” (HR. Bukhari)
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عُظْمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
“Sesungguhnya besarnya balasan (pahala) tergantung pada besarnya ujian. Dan sesungguhnya apabila Allah cinta kepada suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka, barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan Allah, namun barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan Allah.” (HR. Tirmidzi)
مَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ
“Ujian senantiasa menimpa orang mukmin laki-laki dan perempuan pada diri, anak maupun hartanya hingga ia bertemu Allah dengan tidak membawa satu kesalahan pun atasnya.” (HR. Tirmidzi)
مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ
“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi orang baik, maka ditimpakan musibah (ujian) kepadanya.” (HR. Bukhari)

Dari keterangan-keterangan di atas dapat diambil sedikit kesimpulan. Bahwa Allah akan senantiasa menguji hamba-hamba-Nya dengan berbagai macam ujian. Namun, di balik ujian-ujian itu ada banyak hikmah yang tersimpan di dalamnya. Allah adalah Tuhan Yang Maha Kasih Sayang. Dan salah satu bentuk kasih sayang Allah pada hamba-Nya adalah dengan diberikannya ujian, agar hamba itu kembali ingat, sadar dan mau berinstropeksi diri. Sebagaimana anjuran Rasulullah “Koreksilah diri kamu sendiri sebelum kamu mengoreksi orang lain” dan “Koreksilah diri kamu sendiri sebelum kamu dihisab (dikoreksi)”.

Allah akan menghapus dosa dan kesalahan hamba-hamba-Nya yang sedang mendapatkan ujian manakala hamba-hamba tersebut mau bersabar dan tetap berprasangka baik pada Allah. Bahwa diri ini adalah milik-Nya, maka apakah kita pantas berprasangka buruk pada Allah. Semuanya dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155 – 156 :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ . أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘ Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat (kasih sayang) dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Sumber : http://talimulquranalasror.blogspot.com/2014/08/bukti-sayang-allah-pada-hamba-nya.html